Tampilkan postingan dengan label Tugas SoftSkill Manajemen Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas SoftSkill Manajemen Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Januari 2014

Havefun with Softskills!

  Softskills? Apa yang ada dibenak para pembaca mengenai softskills? Mungkin kita memiliki pemikiran sama yaitu pelajaran diluar materi akademik yang mengajarkan bagaimana kita bersosialisasi lewat ucapan dan tulisan.
  Ketika awal masuk Universitas Gundarma, saya memang sudah mendengar adanya pelajaran softskills tapi saya tidak tahu bagaimana cara belajarnya. Sampai saat dimana dosen softskills saya masuk ke kelas, beliau bernama Ibu Enyfiani.
  Cara beliau mengajar sangat asik, hal ini membuat saya dan teman-teman dapat mengikuti pelajaran tanpa beban, tanpa khawatir dan tanpa takut salah. Ibu Eny juga mengajarkan bagaimana cara menulis di blog dengan baik agar para pembaca merasa enjoy ketika membaca blog kita, cara berkoordinasi satu sama lain dan juga cara menambah kepercayaan diri agar tidak canggung jika berada dihadapan orang banyak.
  Ibu Eny juga sering memberikan quiz tak terduga. Jangan membayangkan quiz yang sulit disini, yang dimaksud quiz disini adalah latihan-latihan yang diberikan agar kami bisa lebih terbuka, tidak berpikiran sempit dan juga melatih tata bahasa yang kami miliki.
  Satu hal yang paling saya sukai dari Ibu Eny adalah sifatnya yang selalu membangun semnagat dan hal ini menjadikan saya tidak takut untuk bermimpi menjadi translator hebat. Mungkin beliau sendiri tidak menyadari tapi yang saya tahu kometar beliau disalah satu kertas tugas saya selalu membuat saya bersemangat untuk mengejar mimpi saya.

LEADERSHIP

  Leadership.... sejujurnya saya sempat bingung ketika mendapat tugas dengan tema kepemimpinan. Tapi setelah dipikir-pikir untuk apa bingung jika banyak sekali sumber yang bisa dijadikan inspirasi tentang tema ini.
  Leadership, menurut saya adalah suatu sikap yang dimiliki oleh orang-orang tertentu.Ciri-ciri orang yang memiliki sifat kepemimpinan adalah adanya rasa tanggung jawab yang sangat tinggi dan rasa ingin membantu atau menaungi orang lain untuk menjadi lebih baik.
  Ada dua orang yang saya kagumi sosoknya karena perannya sebagai pemimpin. Yang pertama adalah Rasulullah SAW dan Mama saya tercinta. Tentang Rasulullah, siapa yang tidak tahu jasa Beliau terhadap umat Islam diseluruh muka bumi ini? Beliau merupakan tauldan tebaik yang pernah ada di muka bumi dan sangat patut dicontoh untuk segala aspek yang ada dalam dirinya.
  Yang kedua adalah Mama, mengapa Mama menjadi sosok pemimpin yang saya kagumi? Karena Mama adalah pemimpin rumah tangga terbaik selepas kepergian Ayah. Mama memang tidak banyak bicara dalam mengerjakan apapun tapi saya sangat tahu Mama memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terutama kepada kami, anak-anaknya. Mama adalah sosok ketika saya sudah seusianya nanti, saya ingin menjadi sepertinya. Pemimpin yang tak pernah menunjukan rasa marah dan lelah kepada pengikutnya.
 

Minggu, 19 Januari 2014

Someone That I Miss the Most

   Dari judul yang saya tulis, pasti para pembaca mengira ini tentang kisah cinta picisan. Tapi kenyataannya bukan. Ini tentang seseorang yang sangat saya hargai, saya hormati, saya sayangi dan saya rindukan. Ayah.... 5 tahun sudah setelah kepergian beliau yang begitu mendadak. Kepergian yang tidak pernah saya duga akan datang secepat itu,, kepergian yang tidak saya inginkan.
   29 Desember 2008, mungkin bisa dibilang hari terkelam dalam hidup saya. Hari dimana saya ingin melupakan apa yang terjadi. Hari dimana saya ingin berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi.... tapi sayangnya saya tidak bisa lari dari kenyataan. Tidak bisa lari dari kenyataan yang Allah sudahdi tetapkan.
  Ayah dipanggil yang Kuasa, meninggalkan Mama, saya dan dua adik tercinta. Tanpa peringatan, tanpa kata-kata, tanpa salam perpisahan. Hanya dua kalimat syahadat terucap dari mulutnya yang dituntun oleh Mama. Ayah tidak sakit, Dokter pun berkata begitu. Mungkin memang sudah jalannya, Ayah merupakan pribadi yang baik jadi Allah memanggilnya lebih cepat.
  Ada banyak hal yang saya sesali, salah satunya adalah saya belum pernah membahagiakannya. Saya merasa tidak ada yang pernah saya lakukan untuknya. Tapi ketika saya berpikir lagi tentang hal itu, kata-kata Ayah yang saya ingat "Belajar sungguh-sungguh, buat semua bangga". Dari kata-kata Ayah itu, saya tahu bagaimana cara membahagiakannya meskipun ia tidak bisa melihatnya lagi, yaitu... belajar sungguh-sungguh.
   Tapi belakangan ini, ketika saya sedang berusaha membahagiakannya ada hal yag sering terlupakan yaitu... Ayah sendiri. Ingatan tentang pribadi Ayah, ingatan tentang senyum Ayah, ingatan tentang suara Ayah. Saya tahu hal ini akan terjadi, amat tahu. Tapi saya tidak mau ingatanku tergerus oleh waktu, adakah cara untuk menghentikan itu semua? Agar saya tidak melupakan sosok Ayah.
   Terakhir, untuk Ayah tercinta.....
Hai Ayah, how are you? I am doing good here. Now, I am on my way to reach my star as you wish. Maybe, I can't promise you a lot. But one thing that you must know is I will always be a good daughter for you, always make you proud of me and I will always love you. Forever and always 
  

Sabtu, 14 Desember 2013

K-O-O-R-D-I-N-A-S-I

   Mungkin para pembaca bingung kenapa saya memposting tulisan dengan judul yang sama dengan postingan yang lalu yaitu koordinasi. Ya, memang saya akan membahas hal yan sama hanya saja berbeda sudut pandang. Masih bingung? Secara singkat, postingan saya terdahulu adalah koordinasi secara konsep atau teori. Sedangkan yang saya ingin bahas dipostingan kali ini adalah koordinasi menurut diri saya sendiri.
   Berbicara tentang koordinasi, pasti yang terlintas dipikiran para pembaca adalah kerja sama. Saya juga berpikiran seperi itu. Tapi kalau ditelaah secara lebih luas koordinasi juga bisa dijadikan cara untuk menguji rasa tanggung jawab. Kenapa begitu? Karena di dalam kerja sama dibutuhkan kesadaran diri dari masing-masing anggota dan usaha untuk tidak merugikan orang lain. Usaha inilah yang disebut tanggung jawab.
   Di dalam koordinasi tidak ada namanya sifat individualis, semua harus dilakukan sesuai dengan persetujuan bersama tetapi tetap mengedepankan profesionalisme dari setiap anggota dan setiap anggota harus memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tugas yang diberikan.
   Koordinasi juga menumbuhakan rasa kekeluargaan, karena koordinasi bagaikan kalimat yang sudah sering kita dengar yaitu "Susah senagng bersama". Apabila satu orang merasa senang, yang lain juga merasa senang. Dan apabila satu orang merasa sedih, yang lain juga merasa sedih. Oleh itu mulai dari sekarang jadilah orang yang bertanggung jawab saat bekerja dan berkoordinasi agar tdak ada orang lain yang merasa dirugikan oleh diri kita!

Komunitas Maya yang Tampil Nyata!

   Komunitas maya, mungkin para pembaca menerka-nerka apa yang dimaksud komunitas maya. Komunitas maya adalah komunitas yang terbentuk lewat media sosial atau internet.
   Dengan berkembangnya media digital dan teknologi saat ini, semakin memudahkan para media social user (pengguna media sosial) untuk membuat komunitas maya yang dapat mempertemukan mereka dengan orang-orang yang memiliki minat sama dalam berbagai bidang.
   Namun, komunitas maya yang ada di Indonesia ini berbeda dengan komunitas maya yang ada di negara lain. Apa perbedaannya? Komunitas maya di Indonesia memiliki 3 hal penting yang harus diperhatikan, yaitu:
  • Kepercayaan, komunitas maya di Indonesia sangat menjunjung tinggi kepercayaaan. Kenapa? Karena biasanya para member di komunitas maya tersebut bertukar cerita dari cerita yang sifatnya umum sampai yang sifatnya privacy. Untuk menghindari tersebarnya cerita yang sifatnya privacy itulah kepercayaan diperlukan.
  • Risiko, setiap member dari komunitas maya memiliki risiko yang sama yaitu harus siap diserang/di-bash sesama member apabila memberikan informasi yang salah tentang komunitas tersebut.
  • Loyalitas, dalam komunitas maya harus ada loyalitas. Kesamaan visi & misi adalah salah satu cara untuk mempererat loyalitas sesama member komunitas. Untuk meningkatkan loyalitas, cara lain yang dilakukan adalah mengadakan agenda gathering berkala.



(Sumber: Kompas,Sabtu/16 November 2013)

Selasa, 03 Desember 2013

COLLEGE and ME!

  Saya kembali dengan tulisan baru tentang kehidupan baru saya sebagai mahasiswa. Berbicara tentang mahasiswa pasti tak lepas dengan kampus. College, the place that i've never imagine before. Kenapa saya berkata seperti itu? Karena ketika sudah memasuki dunia perkuliahan, semua pola pikir akan berubah mau tak mau harus mengikuti arus di dunia perkuliahan dimana kita harus bisa menyesuaikan diri.
  Kampus, memiliki peranan penting saat ini. Karena selain tempat menuntut ilmu, kampus menjadi tempat bersosialisasi. Sebagai tempat bersosialisasi, pastinya kampus akan menjadi penentu bagaimana kita besikap ke depannya. Di kampus kita bisa bertemu dengan orang jahat dan orang baik. Yang dimaksud orang jahat disini bukanlah orang yang melakukan tindakan kriminal, melainkan teman seperjuangan yang berbeda visi-misi dengan kita saat menuntut ilmu di perguruan tinggi. Mereka bukannya tidak ingin sukses, hanya saja mereka tidak memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan hal yang bermanfaat untuk masa depan. Sedangkan orang baik yang saya maksud disini adalah teman seperjuangan yang memiliki visi-misi yang sama dengan kita. Orang-orang seperti inilah yang akan membantu kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna di masa depan.
  Oleh karena itu, saya sebagai mahasiswa baru yang baru mengenal dunia perkuliahan menerapkan hal yang saya paparkan di atas dalam kehidupan saya. Karena hidup yang kita jalankan sekarang adalah pilihan yang menentukan kehidupan kita di masa depan. Apabila kita memilih untuk selalu menjadi yang baik sekarang, pastinya kita akan mendapatkan yang baik pula di masa depan. 
  
  

Jumat, 15 November 2013

ONE SENTENCE...MY MOTIVATION

IF YOU FAIL TO PLAN, YOU PLAN TO FAIL
    Sebuah kalimat sederhana yang mungkin bagi kebanyakan orang tidak memiliki arti, tapi memiliki efek yang luar biasa bagi saya. Pertama kali saya melihat kalimat ini adalah pada saat saya menghadiri sebuah event tentang Go-Green yang diadakan oleh sebuah komunitas di Jakarta. Awalnya saya mengikuti event ini hanya dengan alasan Tante saya yang menjadi event organizer acara tersebut, tapi setelah mengikuti event ini saya jadi lebih berpikir bagaimana untuk hidup lebih sehat dan memperhatikan lingkungan sekitar.
    Hal yang lebih membuat saya merenung adalah kalimat di atas, yang entah bagaimana sangat merasuki pikiran. Kalimat dari Harvey Mackay yang memiliki arti JIKA KAMU GAGAL DALAM MERENCANAKAN SESUATU MAKA KAMU BERENCANA UNTU GAGAL itu membuat saya berpikir untuk menjadi orang yang lebih teliti dan berhati-hati dalam mengerjakan sesuatu. Karena saya menyadari, mungkin apabila saya melakukan kesalahan saat ini saya tidak akan merasakan akibatnya saat ini juga tapi di masa depan. Untuk menghindari hal itu, saya menerapkan kalimat dari Harvey Mackay tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dimulai dari mengerjakan tugas, membatu orang tua dan lain-lain. Mungkin terkadang dengan sifat saya yang sangat berhati-hati, ada saja orang yang tidak menyukai dan mereka bilang saya tidak asik untuk diajak bercanda atau terlalu serius. Bukan, saya bukan orang yang terlalu serius. Saya hanya menerapkan hal yang saya anggap bermanfaat bagi diri saya karena dengan menerapkan hal tersebut dapat memotivasi saya untuk menggapai masa depan saya yang baik!

Rabu, 30 Oktober 2013

KOORDINASI


PENGERTIAN KOORDINASI

Koordinasi adalah penyelarasan secara teratur atau penyusunan kembali kegiatan-kegiatan yang saling bergantung dari individu-individu untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya dalam sebuah lembaga pendidikan contohnya IPDN, kegiatan-kegiatan para pejabat struktural dan fungsional,dosen pengajaran, dosen pelatihan, pamong pengasuh, bagian teknis lapangan dan para karyawan/i harus diselaraskan dengan tepat untuk mencapai hasil yang diharapkan yaitu terciptanya proses pendidikan yang berkualitas bagi para praja selaku peserta didik. Koordinasi adalah mendirikan rumah tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, menyesuaikan alat dengan kegunaan dan penggunaanya, jalan dengan kendaraan, tindakan pencegahan dengan resiko. Koordinasi secara singkat adalah menyesuaikan hal-hal dan tindakan-tindakan perbandingannya yang tepat dan menyesuaikan alat dengan tujuan.

Pengertian Koordinasi menurut beberapa ahli


·         James A.F stoner dan Charles wankel dalam buku management,edisi ketiga,1986
“Koordinasi adalah proses menyatupadukan tujuan-tujuan dan kegiatan-kegiatan dari unit-unit (bagian-bagian atau bidang-bidang fungsional ) suatu organisasi yang terpisah untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi secara efisien.”

·         Ricky W. griffin
“Koordinasi adalah suatu proses menghubungkan kegiatan-kegiatan dari bermacam-macam bagian organisasi.”

·         David R. Hampton
“Agar pelaksanaan pekerjaan menjadi sukses maka organisasi memerlukan penyatupaduan sumbangan dari unit-unit khusus. Untuk tujuan kita, ini yang di maksud koordinasi.”

·         Sondang P. Siagian,M.P.A, Ph.D dalam bukunya Peranan Staf dalam Managemen,1978.
“Koordinasi adalah pengaturan tata hubungan dari usaha bersama untuk memperoleh kesatuan tindakan dalam usaha pencapaian tujuan bersama pula. Koordinasi adalah suatu proses yang mengatur agar pembagian kerja dari berbagai orang atau kelompok dapat tersusun menjadi suatu kebutuhan yang terintegrasi dengan cara seefesien mungkin.”

·         Dr. Ateng Syafrudin, S.H,dalam bukunya Pengaturan Koordinasi Pemerintah di Daerah,1976.
“Koordinasi disini adalah suatu proses rangkaian kegiatan menghubungi, bertujuan meng-serasikan tiap langkah dan kegiatan dalam organisasi agar tercapai gerak yang cepat untuk mencapai sasaran dan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.”

·         Staf Dosen Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada, dalam buku Ensilopedia Administrasi,1977.
“Koordinasi adalah suatu pengertian dimana terkandung aspek-aspek tidak terjadinya kekacauan, percekcokan, kekembaran atau kekosongan kerja,sebagai akibat daripada pekerjaan menghubung-hubungkan, menyatupadukan dan menyelaraskan orang-orang dan pekerjaannya dalam suatu kerja sama yang diarahkan kepada pencapaian tujuan tertentu.”

RUANG LINGKUP KOORDINASI

         I.            Koordinasi Dalam Individu
Dari sudut pandangan manajemen, koordinasi jenis ini merupakan koordinasi yang paling tidak penting, tetapi kemampuan seorang individu untuk mengerjakan suatu pekerjaan tertentu dengan baik akan bergantung pada suksesnya ia mengkoordinasikan kegiatan-kegiatannya sendiri. Koordinasi individu sangat penting untuk melaksanakan pekerjaan, seperti tukang bubut, tukang las, pengetik,tukang jahit dan sebagainya.

      II.             Koordinasi antara Individu-Individu dari Suatu Kelompok
Contoh yang paling jelas mengenai koordinasi ini adalah suatu tim atau kesebelasan sepak bola. Tanpa koordinasi sulit bagi kesebelasan tersebut untuk memenangkan pertandingan.

   III.            Koordinasi antara Kelompok-Kelompok dalam Suatu Perusahaan
Sebagai contoh adalah kegiatan bagian pegawai dalam mencari calon pegawai dan melatih pegawai-pegawai baru untuk bagian produksi dan bagian penjualan. Agar pelatihan dapat sukses maka manajemen kepegawaian harus menentukan dan mengetahui sumber kebutuhan pegawai yang tepat dari bagian produksi dan bagian penjualan dalam hubungannya dalam hal-hal seperti jumlah,kecakapan yang diperlukan, latar belakang calon yang di kehendaki, dan waktu pelatihan agar mereka siap untuk bekerja. Calon-calon manakah yang dicari dan jenis serta jumlah pelatihan yang di berikan kepada mereka harus sewaktu-waktu disesuaikan dengan apa yang diperlukan oleh bagian-bagian masing-masing dimana calon-calon akan ditempatkan.

    IV.            Koordinasi antara Perusahaan-perusahaan dan Macam-macam Peristiwa Dunia
Kegiatan perusahaan secara keseluruhan harus sesuai dengan berbagai kekuatan diluar perusahaan. Hal ini meliputi perusahaan lain, tindakan peraturan pemerintah, dan kedudukan perekonomian nasional dan perekonomian dunia. Tidak ada perusahaan yang dapat berdiri sendiri, perusahaan itu mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan dari luar.Misalnya seorang pemilik pabrik baja harus mengkoordinasikan kegiatannya dengan ekonomi nasional dan tidak mengesampingkan tindakan hokum pemerintah dalam daerah di tempet mana perusahaan itu didirikan.

JENIS-JENIS KOORDINASI

1.       Koordinasi intern terdiri atas : koordinasi vertical, koordinasi horizontal, dan koordinasi diagonal.
·         Koordinasi horizontal yaitu koordinasi fungsional, dimana kedudukan antara yang mengkooordinasikan dan yang dikoordinasikan mempunyai kedudukan setingkatnya eselonnya. Menurut tugas dan fungsinya kedua mempunyai kaitan satu dengan yang lain sehingga perlu dilakukan koordinasi. Misalnya koordinasi yang dilakukan oleh kepala biro perencanaan departemen terhadap para kepala direktorat bina program pada tiap-tiap direktorat jenderal suatu departemen.
·         Koordinasi vertical atau koordinasi structural, dimana antara yang mengkoordinasikan secara structural terdapat hubungan hierarchies. Hal ini juga dapat dikatakan koordinasi yang bersifat hierarkhis, karena satu dengan lainnya berada pada satu garis komando ( line of command ). Misalnya koordinasi yang dilakukan oleh seorang kepela direktorat terhadap para kepala sub direktorat yang berada dalam lingkungan direktoratnya.
·         Koordinasi diagonal yaitu koordinasi fungsional , dimana yang mengkoordinasikan mempunyai kedudukan yang lebih tinggi tingkat eselonnya dibandingkan yang dikoordinasikan, tetapi satu dengan yang lainnya tidak berada pada suatu garis komando (line of command). Misalnya koordinasi yang dilakukan oleh kepala biro kepegawaian pada sekretariat jenderal departemen terhadap para kepala bagiankepegawaian secretariat direktorat jenderal suatu departemen.
2.      Koordinasi ekstern, termasuk koordinasi fungsional. Dalam koordinasi ekstern yang bersifat fungsional, koordinasi itu hanya bersifat horizontal dan diagonal.
·         Koordinasi ekstern yang bersifat horizontal, misalnya koordinasi yang dilakukan oleh kepala direktorat bina program, direktorat jenderal trasmigrasi terhadap kepala direktorat penyiapan tanah pemukiman transmigrasi, direktorat jenderal bina marga.
·         Koordinasi ekstern yang bersifat diagonal, misalnya koordinasi yang dilakukan oleh kepala badan administrasi kepegawaian Negara ( BAKN ) terhadap para kepala biro kepegawaian tiap-tiap departemen.

CARA BERKOORDINASI DENGAN BAIK
1.       Terpusat
Sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergerak sendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian.
2.      Terpadu
Keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi.
3.      Berkesinambungan
Yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung, selalu terjadi, selalu diusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.
4.      Menggunakan Pendekatan Multi-Instansional
Dengan wujud saling memberikan informasi yang relevan untuk menghindarkan saling tumpang-tindih tugas yang satu dengan yang lain.

SYARAT-SYARAT KOORDINASI
Ada 9 syarat untuk mencapai koordinasi yang efektif menurut Tripathidan Reddy dalam Moekijat (1994),yaitu:
1.       Hubungan Langsung
Koordinasi dapat lebih mudah dicapai melalui hubungan pribadi langsung, karena melalui hubungan pribadi langsung, ide-ide, cita-cita, tujuan-tujuan, pandangan-pandangan dapat dibicarakan dan apabila terjadi salah paham dapat diselesaikan jauh lebih baik dari pada melalui metode-metode lainnya.
2.      Kesempatan Awal
Koordinasi dapat dicapai lebih mudah dalam tingkat-tingkat awal perencanaan dan pembuatan kebijaksanaan. Misalnya, sambil mempersiapkan rencana itu sendiri harus ada konsultasi bersama. Dengan cara demikian tugas penyesuaian dan penyatuan dalam proses pelaksanaan rencana menjdi lebih mudah.
3.      Kontinuitas
Koordinasi merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan harus berlangsung pada semua waktu mulai dari tahap perencanaan. Oleh karena itu kordinasi merupakan dasar struktur organisasi, maka kordinasi harus berlangsung selama perusahaan melaksanakan fungsinya.
4.      Dinamisme
Koordinasi harus secara terus-menerus diubah mengingat perubahan – perubahan lingkungan sekitar.Dengan kata lain kordinasi itu jangan kaku. Kordinasi dapat menemukan kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan baru yang pada waktunya dapat menambah masalah. Koordinasi dapat meredakan masalah-masalah apabila timbul. Koordinasi yang baik akan mengetahui secara dini dan mencegah kejadiannya.
5.      Tujuan yang Jelas
Tujuan yang jelas itu penting untuk memperoleh koordinasi yang efektif dalam suatu perusahaan. Manajer-manajer bagian harus diberitahu tentang tujuan perusahanan dan diminta agar bekerja untuk tujuan bersama perusahaan. Suatu tujuan yang jelas dan diberitahukan secara efektif kepada kepala-kepala bagian dimaksudkan untuk menghasilkan keselarasan tindakan.
6.      Organisasi yang Sederhana
Struktur organisasi yang sederhana memudahkan koordinasi yang efektif. Penyusunan kembali bagian-bagian dapat dipertimbangkan untuk memiliki koordinasi yang lebih baik diantara kepala-kepala bagian. Pelaksanaan pekerjaan dan fungsi yang erat berhubungan dapat ditempatkan dibawah beban seorang pejabat pemimpin apabila hal ini akan mempermudah pengambilan tindakan yang diperlukan untuk koordinasi.
7.      Perumusan Wewenang dan Tanggung Jawab yang Jelas
Wewenang yang jelas tidak hanya mengurangi pertentangan diantara pegawai-pegawai yang berlainan, tapi juga membantu mereka dalam pelaksanaan pekerjaan dengan kesatuan tujuan. Selanjutnya ,wewenang yang jelas membantu manajer dalam memelihara orang-orang bawahan bertangung jawab atas pelanggaran pembatasan-pembatasan.
8.      Komunikasi yang Efektif
Saling tukar menukar informasi secara terus-menerus, perbedaan-perbedaan individu dan kelompok dapat diatasi dan perubahan-perubahan kebijaksanaan, penyesuaian program-program,program-program untuk waktu yang akan datang dan sebagainya dapat dibicarakan. Melalui komunikasi yang efektif tindakan-tindakan atau pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan yang bertentangan dengan tujuan-tujuan perusahaan dapat dihindarkan.
9.      Kepemimpinan dan Supervise yang Efektif
Suksesnya koordinasi banyak dipengaruhi oleh hakikat kepemimpinan dan supervisi. Kepemimpinan yang efektif menjamin koordinasi kegiatan orang-orang, baik pada tingkat perencanaan maupun pada tingkat pelaksanaan. Pemimpin yang efektif membuat kepercayaan terhadap orang-orang bawahan dan juga memelihra semangat kerja mereka. Sesungguhnya, kepemimpinan yang efektif merupakan metode koordinasi yang paling baik dan tidak ada metode lain y ang dapat menggantikannya.

GEJALA KURANGNYA KOORDINASI
Kurangnya koordinasi dalam suatu organisasi akan terlihat dari adanya gejala-gejala sebagai berikut :
  1. Petugas atau satuan-satuan organisasi sering bertengkar menurut suatu bidang kerja atau wewenang yang masing-masing dianggap termasuk dalam lingkungan tugasnya. Dalam hal ini sering terjadi pekerjaan rangkap dalam pelaksanaan suatu pekerjaan yang memboroskan tenaga, waktu dan bahan.
  2. Petugas dan satuan-satuan organisasi saling melemparkan tanggung jawab kepada pihak lain atau masing-masing merasa suatu pekerjaan tidak termasuk ke dalam ruang lingkup tugasnya.
  3. Pembagian tujuan organisasi tidak berjalan secara lancar dan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan ternyata sera salah, bersimpang siur atau bahkan hasil pekerjaan yang satu saling menghapuskan hasil pekerjaan yang lain. Tanpa melaksanakan koordinasi maka tiap satuan organisasi dapat berjalan sendiri-sendiri tanpa ada kesatuan arah.
KESIMPULAN
Koordinasi merupakan suatu usaha yang penting dilakukan dalam meningkatkan efektivitas, efesiensi dan produktifitas kerja untuk mewujudkan tujuan secara optimal. Tanpa koordinasi yang baik dalam Lembaga akan sulit untuk dapat tercapainya keteraturan kegiatan dengan tertib dalam upaya untuk meraih tujuan yang hendak dicapai oleh Lembaga tersebut.  Dengan koordinasi unit- unit yang terpisah dalam lembaga diupayakan untuk saling berhubungan dengan unit- unit lainnya sehingga unit- unit yang terpisah tadi saling mempengaruhi unit- unit yang lain dan membentuk satu kesatuan yang terintegrasi dan harmonis menghantarkan pencapaian tujuan lembaga.
Kesatuan tindakan dengan proses yang kontinu dan berkesinambungan merupakan efektifitas dari koordinasi dalam memfungsikan tiap unit– unit lembaga guna mewujudkan tujuan yang telah diketahui. Manfaat terbesar yang diperoleh dalam koordinasi yaitu meningkatkan rasa kesatuan dan persatuan antara yang mengkoordinasi dengan yang dikoordinasi dengan tetap menghargai tugas dan kewajiban serta wewenang masing- masing.
Tanggung jawab koordinasi terletak pada pimpinan oleh sebab itudiperlukan pimpinan yang cukup berwibawa untuk dapat memfungsikan tiap unit lembaga atau orang- orang dalam lembaga. Sebaliknya unit- unit atau orang- orang dalam lembaga yang dikoordinasikan, terlebih dahulu sudah mengerti tugas dan kewajibannya sehingga akan tercipta sikap saling menghargai dan saling bekerja sama satu sama lain demi kepentingan bersama/ lembaga. Sikap penuh keterbukaan hendaknya dibudayakan agar setiap perbedaan pandangan atau pendapat dapat didiskusikan dan dipecahkan bersama upaya menghindari terhambatnya tujuan yang telah direncanakan.






ANGGOTA KELOMPOK
*      ERVAN CAHYA SAPUTRA (32113962)
*      MIKHAEL JULIANDI BERUTU (35113486)
*      MUTIARA JUNITA SHARA (36113236)
*      TRI HARIYADI (38113955)

Senin, 28 Oktober 2013

MARMUT MERAH JAMBU



Marmut Merah Jambu merupakkan karya ke-5 dari seorang penulis buku , stan-up comedian dan blogger ternama Raditya Dika. Raditya Dika adalah seorang penulis dan juga blogger yang telah terkenal dengan buku – bukunya yang bertema komedi. Buku-buku sebelumnya yaitu Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankaskus dan Babi Ngesot. Yang paling terkenal adalah buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan yang telah dikomikkan dan difilmkan.Pada tanggal 1 Juni 2010 Bang Dika meluncurkan buku kelima-nya yang berjudul Marmut Merah Jambu.Dibuku ke-5nya ini Bang Dika tetap mempertahankan gaya berceritanya yang lucu dan menggunakan bahasa yang informal sehingga para pembaca setianya yang kebanyakan remaja ini dapat menikmati karyanya tanpa merasa risau dengan bahasa yang terlalu kaku.
Dibuku ke-5nya ini Bang Dika banyak menceritakan kehidupan percintaannya dari zama SD hingga menjadi penulis buku serta stan-up comedian ternama seperti sekarang ini. Dibuku ini Bang Dika juga menceritakan pengalamannya dalam menggarap buku pertamanya yang berjudul Kambing Jantan untuk dijadikan film. Dibuku ini juga Bang Dika menceritakan tentang keluarganya, dimulai dari adik perempuan pertamanya yang bernama Yuditha lalu adik kembarnya yang bernama Ingga dan Anggi dan tidak ketinggalan adik bungsunya yang bernama Edgar plus kucing kesayangan keluarga mereka yang bernama Alfa yang mengambil bagian penting dari buku ini karena Bang Dika menuliskan satu bab khusus yang menceritakan semua hal dari sudut pandang Alfa si kucing.
Bang Dika memulai buku ini dengan berusaha memahami apa itu cinta melalui introspeksi ke dalam pengalaman – pengalaman Bang Dika sendiri. Alih – alih seperti belalang, Dika merasa seperti seekor marmut merah jambu yang terus – menerus jatuh cinta, loncat dari satu hubungan ke hubungan yang lainnya, mencoba terus berlari di dalam roda bernama cinta, seolah – olah maju, tapi tidak, karena sebenarnya jalan di tempat. Seperti marmut yang tidak tau kapan harus berhenti berlari di roda yang berputar.
Dibuku ini ada bagian dari Bang Dika tentang pemikirannya terhadap keluarga yang awalnya dia kira cuek dan tidak peduli terhadapnya tepi ternyata sangat menyayanginya. Bang Dika juga mengkritik tentang film-film dan band Indonesia masa kini yang dianggap terlalau melancong jauh dari arti seni yang seharusnya.

Keunggulan buku ini adalah :
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari dan itu mudah dipahami, karena sebagian besar pembacanya adalah anak remaja.
  • Alurnya mudah dimengerti.
  • Cover depannya memiliki warna yang terang dan cerah.
  • Kertas yang digunakan mempunyai kualitas yang bagus.

Kekurangan buku ini adalah :
  • Ada beberapa kalimat yang tidak lengkap atau hilang pada beberapa bab.
  • Ada paragraf yang tidak selesai, sehingga membuat pembaca agak bingung dengan apa yang sedang dibaca.



Kamis, 10 Oktober 2013

KONSEP MANAJEMEN, MANAJER dan MANAJERIAL




KONSEP MANAJEMEN

Manajemen merupakan kumpulan dari dua orang atau lebih yang saling bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Di dalam manajemen terjadi proses kegiatan seperti proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.  Manajemen tidak hanya ada di perusahaan saja melainkan ada juga di masyarakat seperti Ibu-ibu PKK,Pramuka di Sekolah,OSIS,Koperasi dan lain-lain.
Fungsi Dasar Manajemen :
1.                     Perencanaan (Planning)
2.                   Pengorganisasian (Organizing)
3.                   Pengarahan/Kepemimpinan (Leading/Directing)
4.                   Pengawasan (Controlling)

MANAJER dan MANAJERIAL

Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).
Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
§  Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
§  Rancangan organisasi dan pekerjaan.
§  Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
§  Sistem komunikasi dan pengendalian.
§  Sistem reward.

Keahlian Dalam Manajer & Manajerial :
1.                     Keahlian Teknis (Tehnical Skill)
Kemampuan menggunakan teknis seperti ahli bedah,insinyur,musisi,akuntan,editor dan lain-lain.
2.                   Keahlian Interpersonal (Interpersonal Skill)
mampu untuk bekerja sama,berdiskusi,motivasi orang lain,mampu berkomunikasi dengan siapapun.
3.                   Keahlian Konseptual (Conceptual Skill)
Memiliki konep/pemikiran yang luas,melihat gambaran besar atau memahami peubahan dalam suatu organisasi tersebut.
4.                    
Keahlian Tambahan Lain Dalam Manajer & Manajerial :
1.                     Keahlian diagnosis
Seorang manajer harus mengadnosis suatu permasalahan
2.                   Keahlian Komunikasi
Seorang manajer & manajerial mampu menyalurkan ide dan informasi kepada orang lain serta menerima ide dan informasi dari orang lain dengan baik .
3.                   Keahlian Manajemen Waktu
Seorang manajer bisa mengatur waktu dengan baik dan memberi pekerjaan kepada anak buah dengan tepat.