Jumat, 24 April 2015

PAPUA BARAT DAN JAWA TIMUR


PAPUA BARAT



Inilah tempat tepat untuk Anda menikmati keindahan alam dan bawah air yang dikenal sebagai surga bawah laut. Memiliki warisan budaya yang menarik, pemandangan situs lukisan kuno di tebing karang, atau melihat atraksi langka mamalia raksasa di sekitar perairan.

Nama Papua mengacu pada sebagian barat Pulau Papua. Provinsi Papua juga dikenal dengan nama Irian Jaya Barat. Batas geografis provinsi ini adalah Samudera Pasifik di utara; Laut Seram di barat; Laut Banda di selatan; dan provinsi Papua di timur. 
Secara administratif, Provinsi Papua Barat terdiri dari 8 kabupaten dan 1 kotamadya yaitu kabupaten Fak-fak, Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Manokwari, Sorong Selatan, Sorong dan Raja Ampat serta kotamadya Sorong. Provinsi ini memiliki 103 kecamatan, 47 desa dan 1153 kampung.

Papua Barat adalah Provinsi dengan Ibu kota Manokwari, dan mempunya banyak sekali obyek wisata antara lain obyek Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya, Wisata Minat Khusus, Wisata Kuliner, Wisata Olah Raga, Wisata Belanja , dari sekian banyak obyek Wisata Papua Barat yang sangat terkenal yaitu obyek wisata alam Perairan Raja Ampat, Pulau Mansinam, Situs Purbakala Tapurarang, dan Teluk Triton.

Provinsi ini juga memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah ruah meliputi perkebunan, pertambangan, hasil hutan, dan eko-wisata. Mutiara dan rumput laut merupakan barang pokok dalam perdagangan di kabupaten Raja Ampat. Sedangkan kabupaten Sorong Selatan merupakan satu-satunya penghasil kain tenun tradisional yang unik yang disebut baju timor.

Papua Barat memiliki Taman Nasional Teluk Cendrawasih yang terletak di Kabupaten Teluk Wondama dan merupakanwisata alam utama di Papua Barat. Taman Nasional Teluk Cendrawasih membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.





Di Papua Barat juga telah ditemukan oleh tim ekspedisi speologi Perancis sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2000 meter. Terletak di kawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari. Kawasan pegunungan di Papua Barat masih menyimpan misteri kekayaan alam dan keindahan yang sangat mengagumkan.

Wilayah Papua telah dikunjungi oleh pedagang dari seluruh dunia sejak awal abad ke-17. Pedagang dari Eropa tinggal di Papua abad ke-16 untuk mendapatkan rempah-rempah.
Irian Jaya menjadi bagian Hindia Belanda Timur sejak tahun 1828 yang kemudian dikenal dengan nama Irian Barat. Wilayah ini tetap dijajah Belanda setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada tahun 1945 dan pengakuan kedaulatan penuh oleh Belanda 1949. Setelah perjuangan panjang akhirnya provinsi ini akhirnya kembali ke pangkuan Indonesia tahun 1969.

Berdasarkan peraturan pemerintah No.45 tahun 1999, wilayah yang mencakup Pulau Papua yang ditetapkan sebagai Irian Jaya Barat dan terdiri dari pulau-pulau kecil Provinsi Papua. Sejak 7 Februari 2007, provinsi ini resmi bernama Irian Jaya Barat atau Papua Barat. Pintu masuk menuju provinsi ini adalah  melalui bandara Rendani yang terletak di Manokwari, ibu kota Papua.
Rumah asli masyarakat Papua sangat unik. Di Papua, rumah tradisional mereka yang disebuthonai dengan atapnya terbuat dari rumput kasar dan tembok terbuat dari kayu tanpa ada jendela. Alat musik tradisional Papua adalah atowo, tifa dan fu.


Barang unik dari Papua adalah koteka yaitu penutup kemaluan pria yang terbuat dari labu air yang dikeringkan. Ukuran dan jenis koteka bekaitan dengan aktivitas pemakainya, apakah hendak bekerja atau upacara. Koteka pendek digunakan saat bekerja dan koteka panjang dengan hiasan-hiasannya digunakan pada saat upacara adat.


Aspek menarik lainnya dari kebudayaan dan sejarah Papua adalah adanya mumi, biasanya hanya kepala suku atau komandan perang yang dimumikan dengan bahan-bahan tradisional untuk memuliakan kepentingan sejarah dan religi mereka.Ada 3 mumi yang dapat kita lihat di Papua; Mumi Aikima di Aikima, Mumi Jiwika di Jiwika dan Mumi Purno di Asologaima. Ketiga mumi ini berada di Wamena.

Ada 24 suku di Papua yang memiliki bahasa yang berbeda-beda. Papua terhubung dengan etnik Asmat dan Dani. Hasil kerajinan suku Asmat yang terkenal adalah pahatan kayu yang keindahannya tersohor hingga ke mancanegara.

Provinsi ini tidak dibagi berdasarkan suku yang tinggal di suatu daerah. Populasi masing-masing suku tersebar di berbagai daerah. Contohnya, suku Arfak mendiami wilayah pegunungan Arfak dari pemukman Manokwari sampai Bintuni. Suku Doteri merupakan kelompok yang berpindah-pindah di Pulau Numfor di daerah pesisir pemukiman Wondama. Kelommpok suku lain yang tinggal di daerah ini adalah suku Kuri, Simuri, Irarutu, Moscona, Mairasi, Kambouw, Onim, Sekar, Maibrat, Tehit, Imeko, Moi, Tipin, Maya dan Biak.
Papeda adalah makanan khas Papua yang paling terkenal. Papeda mirip bubur dan paling enak dinikmati panas-panas. Cara memakannya ialah dengan langsung menelannya daripada mengunyahnya karena seperti lem. Papeda terbuat dari sagu yang dibuat memakan waktu cukup lama karena masyarakat Papua harus menebang pohon sagu terlebih dahulu, lalu dibelah dan dikumpulkan bagian dalamnya kemudian dimasak. Papeda akan terasa lebih lezat jika dimakan dengan kuah ikan kuning. 


Secara tradisional, tipe pemukiman masyarakat Irian Barat dapat dibagi kedalam 4 kelompok dimana setiap tipe mempunyai corak kehidupan sosial ekonomi dan budaya tersendiri.
  • Penduduk pesisir pantai;

Penduduk ini mata pencaharian utama sebagai Nelayan disamping berkebun dan meramu sagu yang disesuaikan dengan lingkungan pemukiman itu. Komunikasi dengan kota dan masyarakat luar sudah tidak asing bagi mereka.
  • Penduduk pedalaman yang mendiami dataran rendah;
Mereka termasuk peramu sagu, berkebun, menangkap ikan disungai, berburu dihuta disekeliling lingkungannya. Mereka senang mengembara dalam kelompok kecil. Mereka ada yang mendiami tanah kering dan ada yang mendiami rawa dan payau serta sepanjang aliran sungai. Adat Istiadat mereka ketat dan selalu mencurigai pendatang baru.
  • Penduduk pegunungan yang mendiami lembah;
Mereka bercocok tanam, dan memelihara babi sebagai ternak utama, kadang kala mereka berburu dan memetik hasil dari hutan. Pola pemukimannya tetap secara berkelompok, dengan penampilan yang ramah bila dibandingkan dengan penduduk tipe kedua (2). Adat istiadat dijalankan secara ketat dengan "Pesta Babi" sebagai simbolnya. Ketat dalam memegang dan menepati janji. Pembalasan dendam merupakan suatu tindakan heroisme dalam mencari keseimbangan sosial melalui "Perang Suku" yang dapat diibaratkan sebagai pertandingan atau kompetisi. Sifat curiga tehadap orang asing ada tetapi tidak seketat penduduk tipe 2 (kedua).
  • Penduduk pegunungan yang mendiami lereng-lereng gunung;
Melihat kepada tempat pemukimannya yang tetap di lereng-lereng gunung, memberi kesan bahwa mereka ini menempati tempat yang strategis terhadap jangkauan musuh dimana sedini mungkin selalu mendeteksi setiap makhluk hidup yang mendekati pemukimannya. Adat istiadat mereka sangat ketat, sebagian masih "KANIBAL" hingga kini, dan bunuh diri merupakan tindakan terpuji bila melanggar adat karena akan menghindarkan bencana dari seluruh kelompok masyarakatnya. Perang suku merupakan aktivitas untuk pencari keseimbangan sosial, dan curiga pada orang asing cukup tinggi juga.

JAWA TIMUR




Jawa Timur termasuk daerah paling padat di Pulau Jawa. Provinsi ini memiliki pesona wisata yang unik sehingga akan memikat Anda untuk mengunjunginya. Jawa Timur sangat kaya akan berbagai tempat alternatif liburan. Daya tarik atau tujuan wisata yang ada di antaranya: wisata alam, wisata pantai, wisata gunung, wisata belanja, wisata pendidikan, wisata seni, wisata budaya, wisata bahari, wisata petualangan, wisata sejarah, wisata kerajinan, wisata lingkungan, wisata agro, wisata udara, wisata konvensi, wisata ziarah wali songo, dan juga wisata rohani.

Salah satunya adalah Kota Malang. Kota yang biasanya banyak dikunjungi turis untuk melihat-lihat balai kota, alun-alun, dan candi Singosari. Kota Batu  memiliki kegiatan wisata petik apel dan juga tempatt rekreasi keluarga, Jatim Park. Di  Kabupaten Malang  kita dapat menikmati air terjun atau pantainya yang indah. Kawah Ijen dapat dikunjungi dari tiga daerah, yakni Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso dan Jember. Berwisata bahari di Lamongan dan Telaga Sarangan di Magetan,  serta masih banyak lagi tempat wisata lainnya akan membuat Jatim begitu mengesankan sebagai tujuan wisata keluarga atau petualangan. Bagi pecinta wisata belanja, ada juga objek wisata Intako, yakni tempat industri tas dan koper dan kerajinan dari kulit khas Tanggulangin di Sidoarjo.







Jangan lewatkan untuk menikmati pesona alam Taman Nasional Bromo-Semeru saat liburan . Taman Nasional ini terletak di antara kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Malang dan Lumajang. Inilah icon wisata Jawa Timur yang dihuni oleh suku Tengger dan  setiap tahun diselenggarakan upacara Kasodo. Jangan katakan Anda pernah ke Jawa Timur bila tidak menapakkan kaki di pegunungan yang terindah ini. Rasakan dinginnya udara yang bersih dan segar berselimutkan awan yang indah. Taman Nasional Bromo-Semeru merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki keunikan berupa laut pasir seluas 5.250 hektar, berada pada ketinggian 2392 m dari permukaan laut.


Sebuah pulau di bagian timur Jawa, yaitu Madura, patut  Anda kunjungi yang terkenal dengan budaya karapan sapi (lomba pacu sapi), yang biasanya digelar bulan Agustus dan September setiap tahunnya.

Kejayaan kerajaan di Jawa Tengah menurun sejak abad ke-10. Perannya kemudian digantikan  oleh Kerajaan Majapahit yang berpusat di Jawa Timur. Kerajaan ini menguasai seluruh kepulauan Indonesia, Semenanjung Melayu, dan sebagian wilayah Filipina selama ratusan tahun. Sukses membina hubungan dagang dengan Cina, Kamboja, Siam, Burma, dan Vietnam, selama masa pemerintahan Raja Airlangga, masyarakat Jawa Timur dan Bali berhasil menciptakan hubungan dagang dengan pulau-pulau di Nusantara dan mengembangkan kebudayaan dan kesenian bercorak Hindu hingga puncaknya dari karya sastra hingga corak candi yang indah.

Provinsi Jawa Timur terhubung ke seluruh Pulau Jawa melalui jalan darat, kereta api regular, dan transportasi udara antara Surabaya dan kota-kota besar lainnya di Indonesia termasuk Bali yang hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam.

Masyarakat desa di Jawa Timur, seperti halnya di Jawa Tengah, memiliki ikatan yang berdasarkan persahabatan dan teritorial. Berbagai upacara adat yang diselenggarakan antara lain: tingkepan (upacara usia kehamilan tujuh bulan bagi anak pertama), babaran (upacara menjelang lahirnya bayi), sepasaran (upacara setelah bayi berusia lima hari), pitonan(upacara setelah bayi berusia tujuh bulan), sunatan, pacangan.



Penduduk Jawa Timur umumnya menganut perkawinan monogami. Sebelum dilakukan lamaran, pihak laki-laki melakukan acara nako'ake (menanyakan apakah si gadis sudah memiliki calon suami), setelah itu dilakukan peningsetan (lamaran). Upacara perkawinan didahului dengan acara temu atau kepanggih. Masyarakat di pesisir barat: Tuban, Lamongan, Gresik, bahkan Bojonegoro memiliki kebiasaan lumrah keluarga wanita melamar pria, berbeda dengan lazimnya kebiasaan daerah lain di Indonesia, dimana pihak pria melamar wanita. Dan umumnya pria selanjutnya akan masuk ke dalam keluarga wanita. 
Untuk mendoakan orang yang telah meninggal, biasanya pihak keluarga melakukan kirim donga pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, 1 tahun, dan 3 tahun setelah kematian.

Masyarakat Jawa Timur senang melakukan wisata kuliner di daerah lain atau di lingkungannya sendiri. Karena itu Anda dapat memuaskan keinginan berwisata kuliner unik khas Jawa Timur. Jawa Timur menyediakan beragam jenis makanan laut, makanan olahan dari daging sapi dan ayam, serta jenis makanan lainnya yang masing-masing dimasak secara khas dan memiliki cita rasa yang menggiurkan.




Sumber :
http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/51/papua-barat
http://www.indonesia.travel/id/discover-indonesia/region-detail/34/jawa-timur
http://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat
http://www.papuansbehindbars.org/?page_id=652&lang=id







Rabu, 22 April 2015

WAWASAN NUSANTARA




  • Pengertian Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara adalah cara pandang bangasa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ideologi nasionalnya yang dilandasi oleh Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermanfaat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijakannya dalam mencapai tujuan  nasional.
  • Fungsi Wawasan Nusantara
Fungsi Wawasan Nusantara adalah sebagai motivasi, dorongan, pedoman dan rambu-rambu dalam menentukan segala tindakan, keputusan, kebijaksanaan dan perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Wilayah Nusantara/Indonesia adalah gugusan dan pulau-pulau besar dan kecil yang membentang di antara garis khatulistiwa yang kaya akan potensi sumber daya alam dan budayanya. Dengan memperhatikan pengertian Wawasan Nusantara yang dijelaskan di atas, dapat disimpilkan bahwa pada dasarnya Wawasan Nusantara mengandung 4 makna, yaitu :
  1. Wawasan Nusantara meliputi perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik
  2. Wawasan Nusantara meliputi perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi
  3. Wawasan Nusantara meliputi perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya
  4. Wawasan Nusantara meliputi perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan
  • Tujuan Wawasan Nusantara
Tujuan Wawasan Nusantara dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
  1. Tujuan ke dalam, untuk mewujudkan kesatuan dalam segenap aspek kehidupa bangsa baik aspek alamiah maupun aspek sosial
  2. Tujuan ke luar, untuk ikut serta mewujudkan kebahagian, ketertiban dan perdamaian seluruh umat manusia


Sumber :

Jumat, 27 Maret 2015

HAK ASASI MANUSIA



    
Hak Asasi Manusia atau yang lebih kita kenal dengan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hekekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk hidup ciptaan Tuhan dan merupakan anugrah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang.

Macam-macam HAM :

A. Hak Asasi Pribadi / Personal Rights

  • Hak kebebasan untuk bergerak, berpergian dan berpindah-pindah tempat
  • Hak kebebasan mengeluarkan pendapat
  • Hak kebebasan memilih dan aktif dalam organisasi
  • Hak kebebasan untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakini masing-masing
B. Hak Asasi Politik / Plotical Rights
  • Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
  • Hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
  • Hak membuat dan mendirikan partai politik dan organisasi politik lainnya
  • Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi
C. Hak Asasi Hukum / Legal Equality Rights
  • Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dn pemerintahan
  • Hak untuk  menjadi PNS
  • Hak untuk mendapatkan layanan dan perlindungan hukum
D. Hak Asasi Ekonomi / Property Rights
  • Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
  • Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
  • Hak kebasan menyelenggarakan sewa-menyewa dan hutang-piutang
  • Hak kebebasan untuk memiliki sesuatu
  • Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak
E. Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
  • Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
  • Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, pengangkapan, penahanan dan penyelidikan di mata hukum
F. Hak Asasi Sosial Budaya / Social Culture Rights
  • Hak menentukan, memilih dan mendapat pendidikan
  • Hak mendapatkan pengajaran
  • Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat
Contoh-contoh kasus HAM di Indonesia :

1. Peristiwa Trisakti dan Semanggi

Peristiwa di Trisakti dan Semanggi ini terjadi pada tahun 1998. Peristiwa ini berkaitan dengan gerakan di era reformasi yang gencar disuarakan di tahun 1998. Gerakan tersebut dipicu oleh krisis moneter dan tindakan KKN presiden Soeharto, sehingga para mahasiswa kemudian melakukan demo besar-besaran di berbagai wilayah yang kemudian berujung dengan bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Hal ini memicu meninggalnya 4 mahasiswa dari Universitas Trisakti dan 5 mahasiswa di Semanggi. Mereka tewas setelah terkena tembakan peluru aparat kepolisian. Peristiwa ini menjadi salah satu sejarah kelam bagi bangsa.

2. Kasus Marsinah

Kasus Marsinah terjadi pada tanggal 3-4 Mei 1993. Peristiwa ini berawal dari aksi mogok yang dilakukan oleh Marsinah dan buruh PT CPS. Mereka menuntun kepastian pada perusahaan yang telah melakukan PHK mereka tanpa alasan. Setelah aksi demo tersebut, Marsinah malah ditemukan tewas 5 hari kemudian. Ia tewas di kawasan hutan Wilangan, Nganjuk dalam kondisi mengenaskan. Penyelidikan masih belum menemukan titik terang hingga sekarang.

3. Aksi Bom Bali

Peristiwa bom bali menjadi salah satu aksi terorisme terbesar di Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2002. Sebuah bom diledakkan di kawasan Legian Kuta, Bali oleh sekelompok jaringan teroris. Akibat peristiwa ini, sebanyak 202 orang meninggal dunia, mulai dari turis asing hingga warga lokal yang ada di sekitar lokasi. Kepanikan sempat melanda di penjuru Nusantara akibat peristiwa ini. Aksi bom bali ini juga banyak memicu tindakan terorisme di kemudian hari.

4. Kasus Pembunuhan Munir

Sampai sekarang, kasus pembunuhan Munir masih belum bisa diselesaikan. Munir merupakan seorang aktivis yang banyak menangani permasalahan hak asasi lain. Ia kemudian meninggal dalam perjalanan di pesawat saat akan menuju kota Amsterdam, Belanda. Kejadian ini pun membuat gempar. Banyak spekulasi yang bermunculan jika Munir tewas diracun atau dibunuh oleh golongan tertentu. Beberapa saksi tidak memberi keterangan yang jelas hingga akhirnya penyelidikan dihentikan beberapa tahun berselang.

5. Peristiwa Tanjung Priok

Peristiwa ini dipicu oleh warga sekitar yang melakukan demonstrasi pada pemerintah dan aparat yang hendak melakukan pemindahan makam keramat Mbah Priok. Para warga yang menolak dan marah kemudian melakukan unjuk rasa, hingga memicu bentrok antara warga dengan anggota polisi dan TNI. Akibantnya banyak warga yang luka-luka, bahkan hingga menyebabkan kematian.


Sumber :

Cinta Indonesia? Ayo cintai Bahasa Indonesia!


  

   
   Jika berbicara tentang cinta Indonesia apa ya kira-kira yang terpikirkan langsung oleh para pembaca? Saya sendiri langsung berpikir tentang Bahasa Indonesia! Pertama-tama akan menjelaskan pengertian dari bahasa itu sendiri. 
  Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks dan sebuah bahasa adalah salah satu contoh spesifik dari contoh tersebut. Bahasa manusia unik karena memiliki properti-propert produktivitas, rekrusif dan pergeseran karena bahasa secara keseluruhan bergantung pada konvensi sosial dan pembelajaran. Strukturya yang kompleks mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas daripada sistem komunikasi makhluk hidup lainnya.
  Bahasa diperkirakan berasal sejak hominin mulai secara bertahap mengubah sistem komunikasi primata, memperoleh kemampuan untuk membentuk suatu teori pikiran dan intensionalitas berbagi. Perkembangan tersebut terkadang diperkiraan bersamaan dengan meningkatnya volume otak dan banyak ahli bahasa melihat struktur bahasa telah berkembang untuk melayani fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa berubah dan bervariasi sepanjang waktu. Sekelompok bahasa yang diturunkan oleh leluhurnya disebut sebagai rumpun bahasalah satunya adalah Bahasa Indonesia.
    Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan bahasa resmi Republik Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaanya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tepatnya sehari sesudahnya yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Saat ini Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang sedang dipertimbangkan untuk mejadi bahasa Internasional, bayangkan saja dari 6000-7000 bahasa yang ada di dunia, bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang beperan penting di dunia contohnya adalah bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua setelah bahasa Inggris di Australia. Sangat membanggakan bukan?
  Melihat ini semua kita seharusnya bangga, bahasa dari negara tercinta ini digunakan sangat baik di negara lain. Tapi betapa mirisnya kita apabila kita mengetahui bahwa di Indonesia sendiri banyak masyarakatnya yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Diperkirakan masih ada sekitar 20% masyarakat Indonesia yang tidak bisa berbahasa Indonesia karena mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa asal daerah mereka. Saya sebagai penulis mengajak para pembaca sekalian untuk menggalakan membiasakan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena kita sebagai generasi muda dari bangsa ini harus tetap menjaga jati diri bangsa salah satunya dengan cara melestarikan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional dari negara tercinta kita, Indonesia. Seperti yang tertulis dalam SUMPAH PEMUDA baris ketiga....
KAMI PUTRA PUTRI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA  
   MARILAH KITA JAGA BAHASA NASIONAL KITA! AYO CINTAI BAHASA INDONESIA! 
 

Senin, 19 Januari 2015

PENULISAN JURNAL


PERKEMBANGAN KUALITAS PELAYANAN PERKERETAAPIAN SEBAGAI ANGKUTAN PUBLIK DALAM RANGKA MEWUJUDKAN TRANSPORTASI BERKELANJUTAN
(Studi pada PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya)
Mutiara Junita Shara


Abstrak
Perkembangan Kualitas Pelayanan Perkeretaapian sebagai Angkutan Publik dalam Rangka Mewujudkan Transportasi Berkelanjutan(Studi pada PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya). Penelitian ini berdasarkan masalah transportasi di kota-kota besar di Indonesia yang disebabkan oleh berkembangnya kendaraan bermotor tanpa diimbangi sistem transportasi yang memadai. Transportasi berkelanjutan merupakan konsep untuk mengatasi permasalahan transportasi. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat. Kereta Api terbukti sebagai transportasi yang rendah tingkat polusi dan hemat bahan bakar sehingga perlu untuk diperhatikan kualitasnya agar memenuhi kriteria transportasi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kualitas pelayanan perkeretaapian khususnya di PT Kereta Api Daerah Operasi 8 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan PT KAI sudah semakin baik dan mendekati kriteria transportasi berkelanjutan terutama pada aspek sosial. Namun perlu perhatian lebih pada sarana-prasarana dan courtesy petugas karena berpengaruh pada ketepatan waktu dan kenyamanan penumpang. 
 
Kata kunci: Kualitas Pelayanan Publik, Transportasi Berkelanjutan 

Pendahuluan
Transportasi merupakan pendukung setiap kegiatan manusia yang terkait mobilisasi barang maupun manusia dalam kehidupan. Terkendalanya transportasi dapat mengganggu lancarnya sistem transportasi yang ada. Hal tersebut yang menjadi permasalahan yang terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Masalah transportasi yang selama ini muncul di antaranya adalah kemacetan yang menghambat aktivitas sosial masyarakat, polusi udara yang membahayakan kesehatan dan pemborosan bahan bakar minyak yang apabila tidak diatasi akan mengancam pemenuhan kebutuhan manusia di masa mendatang. Permasalahan tersebut terjadi akibat peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang sangat cepat setiap tahunnya. Transportasi berkelanjutan merupakan konsep yang dapat mengatasi permasalahan transportasi tersebut, di mana merupakan transportasi yang tidak menimbulkan dampak yang membahayakan kesehatan manusia atau ekosistem dan dapat memenuhi kebutuhan mobilitas secara konsisten. Selain itu  juga memperhatikan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan. Berdasarkan data dari Mc Kinsey dalam blue sky Indonesia (2010), menunjukkan bahwa moda angkutan kereta api memiliki dampak polusi yang paling sedikit bagi lingkungan yaitu sebesar 1% dibandingkan transportasi lainnya di Indonesia. Selain itu, kereta api memiliki berbagai kelebihan di antaranya bebas dari kemacetan karena memiliki jalurnya tersendiri, serta lebih hemat bahan bakar karena daya muatnya yang besar dalam satu kali perjalanan. Sehingga, perlu untuk diperhatikan lebih lanjut kualitas pelayanannya agar dapat mendukung terpenuhinya indikator transportasi berkelanjutan serta dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi umum khususnya kereta api daripada menggunakan kendaraan pribadi mereka.
PT Kereta Api Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara  (BUMN) yang mengelola perkeretaapian di Indonesia. Kita ketahui sebelumnya bahwa pelayanan perkeretaapian di Indonesia khususnya kereta api kelas ekonomi rawan dengan permasalahan di antaranya tempat duduk berdesakan, pencopetan, fasilitas toilet kurang, serta keterlambatan kedatangan maupun keberangkatan kereta. Namun ternyata akhir tahun 2012 kemarin PT KAI berhasil memperoleh penghargaan BUMN award kategori inovasi pelayanan publik. Hal ini menjadi titik terang perkembangan kualitas pelayanan perkeretaapian. Oleh sebab itu, peneliti ingin mengetahui sudah sejauh mana perkembangan kualitas pelayanan perkeretaapian di Indonesia, apakah sudah semakin mendekati kriteria transportasi berkelanjutan atau belum. Penulis mengkhususkan penelitian pada PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya dikarenakan kota Surabaya merupakan kota besar yang juga berpotensi menghadapi permasalahan transportasi dengan peningkatan kendaraan bermotornya. Selain melihat kualitas pelayanannya, peneliti juga ingin mengetahui strategi apa yang dilakukan PT KAI untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dengan harapan dapat menghimbau pengurangan penggunaan kendaraan pribadi yang dapat berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan, selain itu dapat mengetahui bahwa perkembangan perkeretaapian dapat mendukung terwujudnya transportasi berkelanjutan. 

Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Faisal (1989, h. 20), jenis penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berupaya untuk mengungkapkan suatu masalah dalam keadaan apa adanya, sehingga hanya akan mengungkapkan fakta- fakta dan tidak menggunakan pengujian hipotesis. Metode analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini metode kualitatif. Penelitian ini tidak mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis atau membuat prediksi, namun hanya ingin menggambarkan situasi (peristiwa) secara sistematis, faktual, dan akurat tanpa menggunakan perhitungan statistik. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran jelas dari keadaan yang sedang diteliti. Analisis data kualitatif menggunakan analisis dari Miles dan Huberman yang terdiri dari empat alur, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  

Pembahasan
1. Kualitas pelayanan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 8 Surabaya Kualitas pelayanan publik dari PT Kereta Api Indonesia khususnya Daerah Operasi 8 Surabaya, dilihat dari beberapa hal di antaranya produk-produk layanan, sarana- prasarana, tarif layanan, dan prestasi PT Kereta Api yang dilihat dari peningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan mendapatkan pelayanan.  Kualitas produk layanan akan menjadi pertimbangan pelanggan dalam memilih suatu pelayanan bidang jasa, khususnya bidang transportasi. Dalam meningkatkan kualitas produk-produk layanannya, PT KAI membuat inovasi-inovasi baru baik itu untuk angkutan penumpang maupun angkutan barang dan pengusahaan aset. PT KAI Daop 8 sudah menjalankan layanan KA penumpang berupa KA eksekutif, KA bisnis, KA campuran, KA ekonomi AC, KA ekonomi dan KA lokal. Sedangkan produk layanan angkutan barang di Daop 8 berupa peti kemas, angkutan BBM dan BHP (Barang Hantaran Paket) juga sedang berjalan. Hal ini sesuai dengan salah satu karakteristik utama tentang pelayanan yang disampaikan Pasuraman et al (1985) dikutip dari jurnal Dialogue UNDIP (2004) yaitu heterogenity yang berarti pemakai jasa memiliki kebutuhan yang heterogen yang perlu dipenuhi, tidak hanya jasa KA penumpang tetapi juga jasa KA barang dan persewaan aset. PT KAI sudah memenuhi hal tersebut sehingga dapat dikatakan kualitas produk layanan PT KAI sudah baik karena memberikan pilihan terhadap kebutuhan masyarakat yang beraneka ragam. Sarana dan prasarana menjadi faktor penting dalam menilai kualitas suatu layanan. Karena sarana dan prasarana PT KAI menjadi penentu baiknya aspek keselamatan, keamanan, dan kecepatan. Jika sarana-prasarana terpenuhi dengan sangat baik, maka kualitas pelayanan otomatis akan lebih baik dilengkapi dengan manajemen yang baik juga. Sekarang ini PT KAI sedang berusaha untuk melakukan perbaikan sarana-prasarana secara terus-menerus. Selain itu, peningkatan lokomotif dan pengembangan double track juga terus dilakukan karena dukungan infrastruktur sangat penting demi peningkatan kualitas pelayanan. Akan tetapi, untuk sarana KA kelas ekonomi tentunya perlu bantuan kompensasi dari pemerintah karena tarif yang ditetapkan untuk KA kelas ekonomi tidak akan mencukupi untuk perbaikan sarana serta biaya operasional PT KAI. Namun pengembangan prasarana double track rupanya masih belum selesai dikarenakan terkendala masalah biaya dan sengketa aset kereta api sehingga dikatakan kualitas sarana-prasarana masih kurang karena berpengaruh pada aspek ketepatan waktu. Selain itu, jika dikaitkan dengan sustainable transportation maka masalah sarana-prasarana sangat berpengaruh terhadap aksesibilitas yang merupakan salah satu indikator transportasi berkelanjutan. Terbatasnya prasarana rel menghambat aksesibilitas masyarakat ke lokasi-lokasi tertentu yang membutuhkan transportasi umum.  Tarif merupakan salah satu alasan penilaian masyarakat terhadap kualitas pelayanan suatu produk jasa. Besarnya tarif akan dibandingkan dengan bentuk pelayanan yang diterima. peneliti dapat melihat bahwa besarnya tarif layanan KA bisa dikatakan sesuai dengan pelayanan yang diberikan. Masyarakat juga memilih jasa layanan KA sesuai kemampuan yang dimiliki dengan pertimbangan mendapat pelayanan yang lebih baik sehingga masyarakat tidak kecewa dan tetap menggunakan jasa kereta api. Jika dikaitkan dengan transportasi berkelanjutan, dalam aspek ekonomi, transportasi KA khususnya kereta api kelas ekonomi yang mendapatkan subsidi dari pemerintah sudah memenuhi indikator ekonomi di mana pengeluaran masyarakat untuk transportasi kereta api lebih rendah daripada harus menggunakan transportasi pribadi, apalagi kini fasilitas semakin terpenuhi sehingga diharapkan masyarakat lebih senang naik kereta api daripada kendaraan pribadi. Tentunya sangat sulit untuk menilai kualitas suatu pelayanan tanpa peran masyarakat sebagai penerima pelayanan dan aparat pelaksana pelayanan itu. Meskipun banyak prestasi yang diraih oleh PT KAI, Evaluasi yang berasal dari pengguna pelayanan, merupakan elemen pertama dalam analisis kualitas pelayanan publik. Maka analisis di sini juga akan melihat dari sepuluh kriteria pelayanan publik dari Morgan dan Murgatroyd (1994) meliputi reliability, responsiveness, competence, access, courtesy, communication, credibility, security, understand the customer, dan appearance. Dari sepuluh kriteria ini, peneliti dapat melihat bahwa sebagian besar sudah terpenuhi. Namun kriteria reliability dan courtesy  menurut penulis masih belum terpenuhi dengan baik. Kereta api ternyata seringkali terlambat kedatangannya terutama di sore hari sehingga kurang bisa diandalkan khususnya untuk masyarakat dengan mobilitas tinggi. Sedangkan untuk courtesy petugas terutama petugas baris depan masih ada beberapa yang menunjukkan ketidakramahan kepada penumpang sehingga menimbulkan kesan yang buruk bagi pelayanan perkeretaapian khususnya daerah operasi 8 Surabaya. Oleh sebab itu, masalah reliabilitas dan courtesy petugas perlu lebih diperhatikan dan diperbaiki pelayanannya agar sepuluh kriteria pelayanan tersebut dapat terpenuhi dengan baik. 
2. Strategi PT KAI untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik  Strategi peningkatan kualitas pelayanan yang dilakukan oleh PT Kereta Api sesuai dengan rencana jangka panjang PT KAI tahun 2011-2015 dalam Annual Report PT KAI (2011) adalah meliputi konsolidasi, peningkatan kapabilitas, inovasi, dan world class. Konsolidasi merupakan strategi perusahaan yang fokus pada pengurangan kelemahan dan adaptasi lingkungan bisnis, antara lain dengan mengubah jenis produk/ orientasi pasar, mengurangi inefisiensi, melakukan pendayagunaan aset nonproduktif dan penjualan sebagian aset perusahaan yang tak bisa didayagunakan lagi, serta penataan SDM (Annual Report PT KAI, 2011). Untuk peningkatan kapabilitas PT KAI, perusahaan perlu lebih fokus pada perbaikan internal dengan membatasi diri dalam melayani segmen pasar tertentu yang telah dipilih yaitu dengan menitikberatkan pada upaya-upaya melanjutkan perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan jaminan keselamatan dan kualitas pelayanan, implementasi sistem manajemen berbasis pelanggan (customer driven), melanjutkan penataan SDM, intensifikasi pasar yang sudah ada, pengembangan sistem informasi yang terpadu, dan peningkatan peran bisnis nonangkutan seperti properti dengan pengelolaan secara professional (Annual Report PT KAI, 2011). Fokus strategi perusahaan pada tahap inovasi ialah melakukan inovasi jasa angkutan, properti, dan pengembangan bisnis lainnya yang kompetitif dengan menitikberatkan pada upaya-upaya kemitraan strategis, pelayanan yang makin terpadu, inovasi pelayanan pasar dan teknologi, peningkatan partisipasi investor strategik dalam pengembangan bisnis, manajemen pengembangan bisnis potensial khususnya jasa angkutan KA secara efektif (Annual Report PT KAI, 2011). Inovasi- inovasi yang sudah banyak dilakukan oleh PT Kereta Api Indonesia adalah dengan pemberlakuan ticketing online, penjualan tiket sesuai dengan tempat duduk dan sesuai kartu identitas untuk kereta api ekonomi, pemberlakuan boarding 30 menit sebelum keberangkatan kereta sehingga lebih tertib, penambahan fasilitas AC untuk kereta ekonomi, sedangkan di stasiun terdapat fasilitas baru berupa ruangan untuk ibu menyusui, pengadaan layar komputer besar yang menginformasikan banyaknya tiket dan tempat duduk yang terjual kepada penumpang. Kenyamanan dan kesehatan penumpang juga semakin terjamin dengan adanya larangan merokok di stasiun dan di gerbong kereta. Strategi inovasi terus dikembangkan dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, keamanan dan kenyamanan. Dengan tercapainya hal- hal tersebut menunjukkan dukungan terwujudnya transportasi berkelanjutan di bidang sosial. Dengan demikian, strategi inovasi juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan yang diharapkan pelanggan. Pada tahap world class, pertumbuhan perusahaan dilakukan dengan tujuan penguasaan potensi pasar. Perusahaan diharapkan sudah dapat memiliki laju pertumbuhan pendapatan dan keuntungan yang stabil serta mencapai hal-hal seperti, citra Kereta Api sudah menjadi pilihan transportasi yang unggul, kinerja keuangan perusahaan sudah dinilai sangat baik, dan tercapainya empat pilar utama: keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan, dan keamanan (Annual Report PT KAI, 2011). 
3. Faktor pendukung dan penghambat usaha PT KAI untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik

a. Faktor pendukung
Faktor pendukung perkembangan kualitas pelayanan PT Kereta Api dari internal adalah peningkatan teknologi informasi dan ketersediaan fasilitas. Sedangkan dari eksternal adalah adanya pengakuan kereta api sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan. Pada tahun 2011, PT KAI berhasil mendapatkan juara 1 IT Governance Award untuk BUMN kategori transportasi dan logistik. Keberhasilan tersebut merupakan bukti bahwa usaha pembenahan tatakelola TI di PT KAI sudah dilakukan dengan cukup baik. Sehingga penghargaan tersebut merupakan pendorong PT KAI untuk melakukan pembenahan tatakelola TI lebih baik lagi teknologi informasi merupakan salah satu sumber daya yang berperan penting dalam menghadapi perubahan dan mendukung stategi perusahaan untuk menyediakan pelayanan jasa transportasi yang lebih baik dan modern. Pemanfaatan teknologi informasi terbukti telah membantu memberikan inovasi-inovasi pelayanan PT KAI yang memudahkan masyarakat.  Maka dapat dikatakan bahwa teknologi memang benar menjadi faktor pendukung yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan kualitas pelayanan kereta api.  Ketersediaan fasilitas di PT KAI khususnya di atas gerbong dan di stasiun sangat membantu dalam perkembangan kualitas pelayanan. Fasilitas yang disediakan oleh daerah operasi 8 Surabaya sekarang semakin lengkap, di antaranya untuk di atas gerbong, fasilitas toilet baik itu di KA kelas ekonomi maupun kelas lainnya sudah semakin bersih, tersedia tisu dan air bersih. Sedangkan di stasiun terdapat ruangan ibu menyusui, toilet gratis, mushola dan direncanakan akan ada kursi roda untuk penyandang cacat. Hal ini juga sesuai dengan standard pelayanan minimum yang diharapkan pada UU 23 tentang perkeretaapian pasal 54 yang menyatakan bahwa stasiun kereta api untuk keperluan naik turun penumpang paling rendah harus dilengkapi dengan fasilitas keselamatan, keamanan, kenyamanan, naik turun penumpang, penyandang cacat, kesehatan dan fasilitas umum sehingga masyarakat dapat menikmati pelayanan kereta api dengan aman dan nyaman.  Pengakuan bahwa KA merupakan solusi kemacetan dan mengurangi polusi telah memberi dorongan tersendiri bagi PT KAI untuk terus meningkatkan pelayanan agar masyarakat merasa puas dengan pelayanan kereta api sekaligus dapat mendorong mereka untuk menggunakan jasa layanan kereta api. Bukti adanya pengakuan dilihat dari banyak penelitian yang menunjukkan kelebihan kereta api serta pendapat masyarakat yang mengakui bahwa kereta api memang bebas macet. Adanya pengakuan tersebut sesuai dengan indikator transportasi berkelanjutan di bidang lingkungan, di mana kita perlu mengembangkan transportasi massal yang ramah lingkungan demi mewujudkan sistem transportasi berkelanjutan. Maka dengan adanya pengakuan tersebut akan menjadi faktor pendukung perkembangan kualitas PT KAI menjadi jauh lebih baik lagi sehingga dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi ini.  

b. Faktor penghambat
Faktor penghambat perkembangan kualitas pelayanan PT KAI dari internal adalah sumber daya manusia yang kurang produktif, dan kurangnya dukungan sarana- prasarana, sedangkan faktor eksternal adalah dana pelaksanaan PSO dari pemerintah yang kurang mencukupi. Perubahan besar-besaran yang terjadi menjadi tantangan baru yang harus diatasi oleh seluruh pegawai PT KAI demi terwujudnya kualitas pelayanan yang lebih baik. Berdasarkan data, SDM PT KAI masih banyak komposisi dengan tingkat pendidikan SD dan SMP masing-masing 14 persen pada tahun 2011. Ditambah lagi kategori usia yang terbilang cukup banyak yang hampir memasuki masa pensiun sehingga produktivitas kurang (Annual Report PT KAI, 2011). Hal ini menghambat proses perkembangan kualitas pelayanan KAI sehingga perlu strategi yang lebih baik lagi untuk pengembangan SDM PT KAI yang lebih berkualitas dan ditempatkan sesuai kompetensinya serta dilatih agar lebih kuat terhadap tantangan, sehingga terwujud SDM yang berkarakter kuat dan berorientasi kepada masyarakat. Kendala-kendala yang dihadapi oleh PT KAI dalam sarana-prasarana, di antaranya adalah: (a) gangguan sarana yang dapat mengakibatkan keterlambatan perjalananan KA; (b) ketersediaan dan keandalan sarana berakibat pada keterlambatan perjalanan KA; (c) usia sarana-prasarana banyak yang sudah di atas 30 tahun mengakibatkan sarana mogok, rusak, dan kendala teknis lainnya; (d) kendala prasarana berupa gangguan kerusakan pada jalan rel, peralatan persinyalan dan listrik aliran atas yang disebabkan oleh kendala teknis maupun gangguan pihak luar; (e) keterbatasan fasilitas dan kapasitas Balai Yasa sehingga sarana tertunda pemeliharaannya. Kurangnya dukungan sarana-prasarana berakibat buruk pada operasional KA serta kenyamanan penumpang. Oleh sebab itu, pemerintah harus membantu pembiayaan atas perawatan dan pengoperasian prasarana kereta api dan penyelenggara angkutan kereta api agar aset yang dimiliki tetap dapat berfungsi dan menjamin keselamatan dan kelancaran operasi angkutan kereta api.
Sedangkan faktor eksternalnya adalah masalah dana subsidi pemerintah yang kurang. Beberapa permasalahan pada aspek pelayanan PT KAI dikarenakan kurangnya dana subsidi diakibatkan biaya operasional yang terlalu tinggi, sehingga harga rendah seperti yang diinstruksikan pemerintah sulit terpenuhi. PSO sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan pelayanan umum jasa transportasi kepada masyarakat, seharusnya memperhatikan hal ini. Pelayanan yang diterima masyarakat dijadikan sebagai indikator utama keberhasilan PSO. Perbaikan pelaksanaan kebijakan PSO  merupakan langkah awal dan sangat berarti bagi peningkatan kualitas pelayanan angkutan kereta api khususnya kereta kelas ekonomi. Oleh sebab itu, dana PSO dari pemerintah yang kurang mencukupi untuk operasional kereta api menjadi faktor penghambat utama untuk peningkatan kualitas pelayanan kereta api khususnya kereta api kelas ekonomi. 

Kesimpulan
1.Kualitas pelayanan PT KAI Daop 8 Surabaya sudah semakin membaik meskipun dalam beberapa hal seperti sarana-prasarana, reliability, dan courtesy petugas belum terpenuhi secara maksimal, namun secara keseluruhan dapat dikatakan meningkat kualitas pelayanannya sesuai kriteria penilaian kualitas pelayanan menurut Morgan & Murgatroyd (1994). Dengan demikian, perkembangan kualitas yang ada dapat mendukung salah satu usaha alternatif mewujudkan transportasi berkelanjutan dengan mengembangkan transportasi massal yang ramah lingkungan yaitu kereta api karena masyarakat akan tergerak menggunakan jasa transportasi KA yang diakui memiliki berbagai kelebihan terutama dalam mengatasi kemacetan dan mengurangi polusi.
2.Berdasarkan keempat strategi yang telah dijelaskan meliputi konsolidasi, peningkatan kapabilitas, inovasi, dan world class  menunjukkan bahwa PT KAI dituntut untuk menemukan cara-cara yang baru dan inovatif demi mencapai kepuasan pelanggan, namun di sisi lain sebagai BUMN yang juga dibiayai pemerintah untuk memberikan pelayanan transportasi yang terbaik masyarakat, PT KAI juga berusaha untuk mengutamakan kepentingan publik dengan berpikir strategis bagaimana dapat meningkatkan kualitas pelayanan sesuai yang diharapkan masyarakat serta memberikan pelayanan dengan harga terjangkau, jujur, responsif serta menjawab keluhan-keluhan mereka. Maka strategi yang diterapkan oleh PT KAI merupakan strategi  yang tepat untuk memenuhi kualitas pelayanan secara berkesinambungan dengan mempermudah memperoleh pelayanan, mempersingkat waktu pelayanan serta memberikan kepuasan kepada publik. Dengan terwujudnya hal tersebut akan mendukung tercapainya pilar sosial pada transportasi berkelanjutan.
3.Secara keseluruhan, faktor pendukung peningkatan kualitas pelayanan perkeretaapian, baik itu secara internal maupun eksternal adalah peningkatan teknologi informasi, ketersediaan fasilitas dan adanya pengakuan KA sebagai transportasi yang menjadi solusi kemacetan dan mengurangi polusi perlu untuk terus diperhatikan karena akan berperan penting untuk mendorong perkembangan kualitas pelayanan KA. Sedangkan faktor penghambat perkembangan kualitas pelayanan perkeretaapian adalah meliputi SDM kurang produktif, kurangnya dukungan sarana-prasarana dan dana pelaksanaan PSO kurang mencukupi sehingga perlu segera ditangani agar tidak terus menjadi penghambat pengembangan transportasi massal yang menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan transportasi berkelanjutan ini. 

Daftar Pustaka
Annual Report PT Kereta Api Indonesia (Persero). (2011) Preparation to Growth[ internet] Available  from: <http://www.kereta-api.co.id>[Accessed 25 Januari 2013] Beela S. (2007) Changing Definition of Sustainable Transportation[ internet] Available  from: <www.enhr2007rotterdam.nl> [Accessed 25 maret 2012] Blue Sky Indonesia. (2010) Development of Environmental Sustainable Transportation (EST) in Indonesia [internet] Available  from: <http://www.uncrd.or.jp> [Accessed 26 Juli 2012]  Budimanta, A. (2005) Memberlanjutkan Pembangunan di Perkotaan melalui Pembangunan Berkelanjutan dalam Bunga Rampai Pembangunan Kota Indonesia di Abad 21. Jakarta, Gramedia. Constanza, Robert, dkk. (2001) Institutions, Ecosystems, and Sustainability. London New York Washington D.C, Lewis  Publisher. Faisal, Sanafiah. (1989) Metode Penelitian Kualitatif. Malang: Yayasan  Asah  Asih Asuh. Gerald E, Caiden. (1982) Public Administration, 2nd Ed. California, Palisades Publisher. Dikutip dari: Thoha, Miftah. (2008) Ilmu Administrasi Publik Kontemporer.J akarta, Kencana  Prenada  Media  Group. Morgan, Colin. & Stephen Murgatroyd. (1994)  Total Quality Management in the Public Sector: an Interactive Perspective. Buckingham, Open  University  Press. Dikutip dari: Jurnal Universitas Diponegoro. (2004) Kerjasama Antarkota, Manajemen Publik: Pelayanan Publik. Dialogue, Jurnal Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Otonomi Daerah. Vol.1, No. 1, Januari 2004. Semarang. Hidayat, Taufik. (2011) Regulasi, Keselamatan dan Pelayanan Perkeretaapian Indonesia. Bandung, Indonesia  Railway  Watch. Pasuraman A, LL. Et al (1985) A Conceptual Model of Service Quality and its Implication for Future Research. Journal of Marketing. Dikutip dari: Jurnal Universitas Diponegoro. (2004) Kerjasama Antarkota, Manajemen Publik: Pelayanan Publik. Dialogue, Jurnal Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Otonomi Daerah. Vol.1, No. 1, Januari 2004. Semarang. WCED (World Commission on Environment and Development). (1987) Our Common Future. United Nation World Commission on Environment and Development. London, Oxford  University  Press  London