Tampilkan postingan dengan label writeforwrite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label writeforwrite. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2015

Cinta Indonesia? Ayo cintai Bahasa Indonesia!


  

   
   Jika berbicara tentang cinta Indonesia apa ya kira-kira yang terpikirkan langsung oleh para pembaca? Saya sendiri langsung berpikir tentang Bahasa Indonesia! Pertama-tama akan menjelaskan pengertian dari bahasa itu sendiri. 
  Bahasa adalah kapasitas khusus yang ada pada manusia untuk memperoleh dan menggunakan sistem komunikasi yang kompleks dan sebuah bahasa adalah salah satu contoh spesifik dari contoh tersebut. Bahasa manusia unik karena memiliki properti-propert produktivitas, rekrusif dan pergeseran karena bahasa secara keseluruhan bergantung pada konvensi sosial dan pembelajaran. Strukturya yang kompleks mampu memberikan kemungkinan ekspresi dan penggunaan yang lebih luas daripada sistem komunikasi makhluk hidup lainnya.
  Bahasa diperkirakan berasal sejak hominin mulai secara bertahap mengubah sistem komunikasi primata, memperoleh kemampuan untuk membentuk suatu teori pikiran dan intensionalitas berbagi. Perkembangan tersebut terkadang diperkiraan bersamaan dengan meningkatnya volume otak dan banyak ahli bahasa melihat struktur bahasa telah berkembang untuk melayani fungsi sosial dan komunikatif tertentu. Bahasa berubah dan bervariasi sepanjang waktu. Sekelompok bahasa yang diturunkan oleh leluhurnya disebut sebagai rumpun bahasalah satunya adalah Bahasa Indonesia.
    Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang dijadikan bahasa resmi Republik Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaanya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tepatnya sehari sesudahnya yaitu tanggal 18 Agustus 1945. Saat ini Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang sedang dipertimbangkan untuk mejadi bahasa Internasional, bayangkan saja dari 6000-7000 bahasa yang ada di dunia, bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang beperan penting di dunia contohnya adalah bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa kedua setelah bahasa Inggris di Australia. Sangat membanggakan bukan?
  Melihat ini semua kita seharusnya bangga, bahasa dari negara tercinta ini digunakan sangat baik di negara lain. Tapi betapa mirisnya kita apabila kita mengetahui bahwa di Indonesia sendiri banyak masyarakatnya yang tidak bisa berbahasa Indonesia. Diperkirakan masih ada sekitar 20% masyarakat Indonesia yang tidak bisa berbahasa Indonesia karena mereka lebih terbiasa menggunakan bahasa asal daerah mereka. Saya sebagai penulis mengajak para pembaca sekalian untuk menggalakan membiasakan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena kita sebagai generasi muda dari bangsa ini harus tetap menjaga jati diri bangsa salah satunya dengan cara melestarikan bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional dari negara tercinta kita, Indonesia. Seperti yang tertulis dalam SUMPAH PEMUDA baris ketiga....
KAMI PUTRA PUTRI INDONESIA MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA  
   MARILAH KITA JAGA BAHASA NASIONAL KITA! AYO CINTAI BAHASA INDONESIA! 
 

Selasa, 08 Juli 2014

KOREAN WAVE, entertainer or......disaster?

Belakangan ini ada suatu budaya yang menyerang anak muda di Indonesia, budaya yang terlihat sangat menarik bagi mereka -termasuk penulis- dan menyebabkan mereka seakan lupa dengan budaya bangsanya sendiri. Apa itu? KOREAN WAVE! Ya, Korean Wave. Apa Korean Wave itu? Dari sumber yang saya dapatkan, Korean Wave adalah neologism (fenomena) yang berkaitan dengan meningkatnya kepopuleraran budaya Korea Selatan. Korean Wave atau yang lebih akrab disebut Hallyu (한류) pertama kali terjadi di Indonesia kurang lebih pada awal tahun 2000-an ketika drama Korea (K-Drama) yang berjudul Endless Love ditayangkan disalah satu chanel televisi swasta. Dimulai dari tayangnya K-Drama hingga merembet sampai masuknya jenis musik yang berasal dari Korea (K-Pop) yang belakangan ini tidak bisa dipungkiri lagi menjadi kegemaran para anak muda di Indonesia.
Dalam tulisan ini, saya sebagai penulis yang juga termasuk salah satu korban dari Korean Wave ini ingin membahas apa saja dampak yang disebabkan dengan adanya Korean Wave ini. Saya memiliki banyak teman yang sama seperti saya (re : korban Korean Wave) dan setelah saya menanyakan apa saja dampak yang mereka dapatkan dari menjadi korban Korean Wave, saya mendapatkan berbagai macam jawaban. Ada yang positif dan ada yang negatif. Salah satu jawaban positif yang saya dapatkan adalah dengan memiliki minat yang sama dalam Korean Wave ini menjadikan korban Korean Wave bisa bertukar pikiran sat sama lain dan dapat menghasilkan hal yang positif juga menuntungkan, seperti memulai bisnis marchandise yang banyak diminati saat ini. Lalu jawaban negatif yang saya dapatkan lumayan banyak, seperti dengan adanya Korean Wave ini banyak korbannya yang jadi melupakan belajar atau pendidikannya karena lebih memilih untuk mengikuti berita dari Korean Wave dan yang paling mengerikan adalah mulai pudarnya rasa cinta anak muda Indonesia terhadap budaya negerinya sendiri.
Saya sebagai salah satu korban Korean Wave sebetulnya juga merasakan dampak negatif yang teman-teman saya utarakan terutama menjadi pudarnya rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri. Tapi saya rasa bukan pudar tetapi hanya mulai melupakan secara perlahan dan saya akui ini adalah hal yang seharusnya tidak boleh terjadi.
Dan dampak negatif lainnya adalah para korban Korean Wave ini mulai merasa kurang tertarik dengan produk-produk dari bangsa sendiri, karena merak menilai produk dari Korea Selatan lebih memiliki mutu daripada buatan Indonesia. Padahal tidak juga. Ada beberapa barang buatan Indonesia yang lebih baik dibanding buatan Korea Selatan. Hanya saja para korban Korean Wave merasa barang buatan Korea Selatan lebih baik dan paling baik
Korean Wave di Indonesia memang memiliki efek yang luar biasa, karena mereka menyajikan hal yang tidak biasa bagi anak muda Indonesia. Tapi dilihat dari dampaknya, dimana dampak negatif lebih banyak dibanding dampak positif maka dapat dikatakan bahwa Korean Wave ini harusnya diberi batasan. Batasan seberapa besar dan banyaknya budaya Korea Selatan yang bukan budaya asli Indonesia itu masuk ke negeri kita ini.
Hal ini justr tidak mudah jika dilihat dari sudah besar sekali efek dari Korean Wave ini di negeri kita. Tapi masih ada cara untuk mulai menyelesaikan masalah ini. Dimulai dari kesadaran diri sendiri dari para korban Korean Wave sendiri bahwa negeri ini memiliki kebudayaan yang lebih indah dibanding negara tetangga, hanya saja kita kurang memaknainya dan sudah terlanjur tertarik dengan budaya lain. Lalu kerjasama dengan pihak pemerintah untuk menmbantu dalam mempromosikan budaya negeri ini agar terlihat tambah menarik sehingga tidak kalah saing dengan negara lain dan juga kerjasama pemerintah dalam membuat peraturan agar budaa asing jangan sampai membuat budaya di negeri sendiri terliat semu dan mahal.